PennyEni

My Inspiration wherever whenever

Kamis, 11 Agustus 2011

Cerita Tentang Dia

Cerita tentang dia sudah aku dengar sejak sekitar 8 tahun yang lalu, lebih tepatnya ketika aku masih berada dibangku SMP. Banyak hal yang aku dengar tentangmu. Saat itu aku hanyalah sebagai pendengar yang baik. Setiap hari ada saja cerita tentangnya yang ku dengar dari sahabatku. Banyak dan semakin aku tahu tentang kehidupannya. Aku memang tak mengenalnya saat itu, namun karena sering aku dengar cerita tentangnya aku seperti sudah mengenalnya.
Ketika aku sudah duduk di bangku kelas 1 SMA, cerita2 tentangnya yang dulu hanyalah maya kini menjadi cerita nyata. Dia aku temui dalam 1 sekolah. Saat itu pun aku belum mengenalnya juga walau dia ada. Sahabatku masih selalu menceritakan tentangnya. Tetapi semakin hari cerita tentangnya mulai pudar dan tak pernah ada lagi.
Aku tidak tahu kenapa. mungkin sahabatku sudah tidak memikirkannya lagi sehingga dia melupakan cerita2 tentangnya yang dulu sering dia bagikan kepadaku. Selama 1 sampai 2 tahun aku masih belum mengenalnya. Tetapi setelah 3 tahun di SMA itu barulah aku bisa mengenalnya. Itu juga berawa dari ketidaksengajaan. Pertama kali mengenalnya saja aku sempat memimpikan dia jadi pacarku. Tapi lagi2 itu hanyalah mimpi biasa dan aku tidak punya perasaan apapun terhadapnya. 1 Tahun Setelah lulus SMA akhirnya aku mulai bisa dekat dengannya karena suatu hal. Dari situ aku mulai punya rasa kagum terhadapnya. Aku tidak tahu apa sebabnya. Aku mulai menyukainya. Setiap ada dia pasti aku merasa punya banyak semangat. Walau kenyataannya dia tak pernah tahu tentang perasaanku padanya. Aku hanya takut kalau sampai dia tahu. Aku hanya bisa mencoba untuk diam. Aku semakin berharap padanya. Hanya karena dia aku mengabaikan orang2 yang sudah memberikan perhatian lebih padaku. Aku sadar aku egois. Tapi aku hanya mencoba meyakini langkahku. Aku tak peduli walau dia mengacuhkanku. Pernah suatu hari dia memberikan suatu sinyal, itu membuatku semakin yakin padanya. Tapi akhirnya saat ini aku tahu jawabannya. Dia tak akan pernah mungkin bisa menyukaiku. Mungkin memang dia tak baik untukku makanya aku memutuskan untuk jauhi dia mulai detik ini. Aku tidak mau sakit terlalu jauh lagi. Terima kasih karena dia pernah engkau ciptakan untuk beriku semangat Tuhan...

0 komentar:

Posting Komentar